Belum Gawe Ko’ Nikah
August 6th, 2008 by zalistrugle-win
Barusan
temen gw ngundang untuk datang ke pesta pernikahannya. Udah lama juga
kita engga ketemu, ya sekitar 4 tahun, selepas lulus SMA. Tampangnya
masih sama seperti waktu SMA, cuma sekarang agak mirip Jerry Yan
(bintang film mandarin) tapi rambutnya doang. Sekilas gw teringat
tentang tingkahnya yang konyol sewaktu SMA. Tingkahnya yang mirip orang
bener (berarti dia gila dong!) Ya mungkin bisa dibilang begitu.
Hehe..just kidding. Tapi asli, kelakuannya sewaktu di sekolah
bener-bener konyol. Didalam kelas dia engga pernah diam, selalu ada aja
bahan ocehan. Malahan pernah ketika anak-anak sedang konsentrasi
belajar di kelas, dia menirukan gaya orang yang sedang mengendarai
mobil dan kemudian ditilang polisi. Spontan anak-anak ketawa. Konyol..!
Kita
ngobrol sebentar di depan rumah gw. Dia bercerita kalau dia sudah
menyebarkan undangan ke anak-anak alumni yang lain. Dia juga bercerita
kalau dirinya belum kerja tetapi sudah disuruh untuk cepat kawin.
Desakan dari pihak calon mertua. Sejenak gw berfikir. Apa ini memang
lagi musimnya orang pengangguran yang nekad nikah ya?
Belum
sampai setahun yang lalu, temen gw se-RT juga nikah, itupun dia juga
belum gawe. Belum genap sebulan, temen gw se-RW juga nikah, itupun dia
juga masih nganggur. Apa emang udah engga tahan ya? Ataukah accident?
Yah itu sih urusan mereka. Yang jelas gw cuma menganalisa apakah emang
trend-nya sekarang lagi musim pengangguran yang nekad kawin? Soalnya
akhir-akhir ini memang ini yang terjadi dikalangan temen-temen gw.
Ada
yang pernah bilang ‘menikah itu membuka pintu rezeki’. Ya, rasanya
memang benar. Soalnya dengan menikah seorang laki-laki akan mempunyai
rasa tanggung jawab yang besar untuk mengurusi keluarganya, dan ini
bisa dijadikan motivasi yang kuat untuk berusaha mencari kerja.
Alhasil, temen gw yang sudah 4 tahun menganggur, ketika sudah menikah
kini mendapatkan pekerjaan. Memang rezeki itu sudah ada yang mengatur.
Di
zaman yang serba susah ini, susah sekali mencari pekerjaan. Tidak ada
jaminan dari sebuah gelar. Semuanya sama saja. Mau yang lulusan SD,
SMP, SMA, S1, S2. Semuanya sama saja. Semuanya berpulang kepada
seberapa besar usaha kita dan seberapa besar koneksi kita. Gw rasa
pilihan menikah bagi para pengangguranpun sudah menjadi hal yang wajar.
Disamping lebih cepat menikah lebih baik untuk menghindarkan maksiat,
juga dengan cepat menikah dapat membuka pintu rezeki. Yang pasti satu
hal. ‘kalau nungguin mapan dulu di zaman sekarang, kapan nikahnya?’
Maybe Yes, Maybe No.


